Monday, 22 October 2018

Egypt with A Toddler: Do's and Don'ts



Dari sekitar 39 negara yang pernah saya kunjungi, Mesir itu adalah salah satu yang terbaik. Malah kalau dibikin peringkat (versi saya), Mesir itu menduduki ranking ke-2 setelah Yunani! Makanya, saya pengen sharing sebanyak-banyaknya tentang negara satu ini biar temen-temen yang belum sempat ke Mesir bisa tertarik untuk mengunjunginya juga.

Kebetulan, saya waktu itu berlibur ke Mesir bersama suami dan satu anak balita. Lah trus, apa enggak encok tuh bawa balita ke Timur Tengah yang isinya kebanyakan padang pasir? Well, ada susahnya tapi banyak juga senangnya kok. Asalkan, perjalanannya direncanakan dengan baik pula. Apa yang sebaiknya dilakukan dan semestinya dihindari? Daripada banyak cing cong, mending langsung aja ya:

Do's:
  • Wait for the perfect weather/temperature. Sebisa mungkin, ke sananya pas gak lagi musim kemarau. Karena panasnya pasti gak nahan. Waktu itu kebetulan saya ke sananya pas bulan Januari-Februari saat musim sejuk jadi enak banget kalau mau jalan-jalan di sekitar piramida. Walaupun kalau mau lanjut dari Cairo ke daerah Sinai, awal tahun masih terlalu dingin. Sebaiknya mungkin musim semi (presumably Maret atau April).
  • Bawa "perlengkapan perang" sesuai umur balitanya. Kalau anak saya, waktu itu masih dua tahun yang ke mana-mana masih mesti dibujuk pakai gadget (bad parenting, I know, tapi setelah sekarang anaknya umur 3 tahun, pergi-pergi enggak harus pakai gadget banget kok). Lucunya, sampai sepatu pun bawa 3 pasang (yang mana pulang-pulang tinggal sepasang LOL!) Tapi terlepas dari musim apa pun itu dan berapa pun umur anaknya, bawa sunblock tetap wajib ya :)
  • Cari hotel yang kids-friendly. Karena situs-situs di Mesir sifatnya adalah historis dan kultural, mungkin gak banyak yang akan menarik perhatian si balita. Karena itu, setidaknya bermalamlah di penginapan yang ramah anak, misalnya ada kolam renang, banyak aktivitas outdoor, dan cukup strategis sehingga enggak begitu jauh dari toko-toko dan restoran. 
Dont's:
  • Gengsi pake tur. Walaupun saya ngerti banget, kalau beberapa orang gak terlalu suka pake tur karena berbagai alasan: Pengen mandiri, mau berhemat, dlsb. Tapi, faktanya di Mesir kalau enggak hati-hati kita sangat berpotensi "kecele" dan justru berisiko mengeluarkan uang lebih banyak daripada yang seharusnya. Jadi, untuk kasus Mesir sih saya lebih menyarankan untuk menggunakan jasa tur... Kalau memang sungkan untuk gabung sama orang lain, ada beberapa tur privat yang tersedia di Kairo dan beberapa daerah lain di Mesir dengan harga terjangkau kok. Ini bukan endorse, tapi saya sendiri menggunakan Memphis Tour dan terus terang puas dengan servis dari mereka. 
  • Bawa-bawa stroller. Daripada repot-repot gotong kereta bayi di medan Mesir yang berpasir, berbatu, berair, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bermacem-macem lah... Menurut saya sih mending tinggalin aja itu stroller di rumah dan pakai baby carrier saja demi kemakmuran bersama!
  • Spending your entire vacation in Cairo only. Walaupun Kairo adalah salah satu kota paling indah yang pernah saya temui, tapi ternyata tempat-tempat lainnya di Mesir juga enggak kalah serunya! Dari Kairo, kita bisa melanjutkan perjalanan ke Aswan untuk kemudian berpesiar ke arah Luxor yang terkenal akan kuil raksasanya (jauh lebih menakjubkan daripada Parthenon di Acropolis). Lalu, jangan lupa juga bahwa ada daerah pantai di wilayah Sinai yang bertabur resor-resor bagus dan pastinya sesuai banget buat liburan bersama anak-anak kecil. 

Intinya, Mesir itu menurut saya ideal banget bagi siapa pun yang pengen pelesir baik sendiri maupun dengan keluarga. Apalagi kan nilai mata uangnya tempo hari turun setelah mengalami krisis. Imbasnya, hotel bagus jadi murah, makanan pun enak-enak dan ke mana-mana bisa naik Uber dengan aman. Untuk detail soal aplikasi visa saya dan keluarga ke sana, bisa dibaca lewat postingan ini ya. Semoga cukup membantu :)

Bon voyage! 

No comments:

Post a Comment