Monday, 9 July 2018

[Pregnancy Diary] Road Trip with A Toddler: SF to LA


Beberapa bulan kemarin kebetulan ada rejeki anak soleh buat ngajak 'nak kicil jalan-jalan liat SF (siapa tahu suatu saat kami bisa buka franchise martabak San Francisco di sana ya kan) sama sekalian ke LA (bukan Lenteng Agung soalnya entar nyetirnya kejauhan). Kita menginap sekitar seminggu di SF dan turned out sangat menyenangkan (ceritanya nanti aja di post lainnya biar pemirsa pada penasaran) kemudian lanjut ke Los Angeles lewat jalan darat. Kenapa? Biar irit bisa ngeliat pemandangan yang beda daripada lewat jendela pesawat dong.

Oya, mobilnya boleh minjem di Avis ya. Perjalanan dimulai dari pagi, tapi gak pagi banget. Di tengah jalan, kita berhenti di beberapa tempat yang cukup menarik seperti Carmel-by-the-Sea yaitu kota cantik pinggir laut di mana banyak kafe-kafe lucu, Rocky Creek Bridge (yang sering dan bagus kalau difoto sama travel bloggers di luar sana tapi entah kenapa kalo gue yang foto biasa aja), dan pastinya Big Sur! Di perjalanan, kita sempet ketemu beberapa tupai liar.



Sebetulnya waktu udah tiga perempat perjalanan, ada satu jalan yang gak bisa dilewatin karena sedang direnovasi (dan tidak ter-update lewat Google). Jadi, terpaksa putar balik hampir setengah jalan lebih deh. Seharusnya bisa pakai jalan alternatif sih, tapi terlihat sangat tidak meyakinkan alias horor. Saran: Mending dari awal bikin plan A-B-C sampai Z atau bawa peta cetak kayak orang jaman dulu gitu kali ya daripada seperti kami yang akhirnya ngaret sampe beberapa jam (jangan ditiru). Untung panorama di kiri-kanan jalan lumayan bagus. Malah waktu posting di Instagram Stories, salah satu temen bilang kayak hutan di pelem Twilight. Hoho *mandi pake glitter*. Walaupun amit-amit sih kalo sampe ketemu vampir. #kamitidaktakut #hanyapucatsaja


Anyways... Walaupun perjalanan sempat terlambat sampai hampir larut malam (tiba di LA jam 12 malam lebih kalau gue ga salah ingat), tapi si balita gak rewel lho! Bayangin... Seharian di mobil! Punggung gue aja hampir mau patah (oh iya kebetulan saya lagi hamil anak kedua juga). Kuncinya selain bawa snack yang banyak (kami sengaja belanja khusus camilan semalam sebelumnya dari mulai biskuit yang manis sampai keripik asin semua lengkap kayak mau buka warung) saya sengaja beli sticker juga supaya bocil ga bosan di tengah jalan. Kenapa stiker? Karena saya pikir, daripada gotong mainan berat-berat mending bawa yang ringan dan bisa diselip-selipin di mana aja (kantong, tas, dashboard mobil, dll.) Serta yang paling penting, disposable! Artinya sekali dimainin alias ditempel-tempel ya udah gausah mikir buat dibawa pulang lagi dong. IKHLASKAN! HEMPASKAN! Terbukti cukup ampuh untuk menyibukkan anak umur 3 tahun sampai dia ketiduran sendiri di mobil.



Dan tentu saja karena si balita sudah lulus potty training, kitorang juga ga boleh lupa untuk berhenti di beberapa tempat yang menyediakan WC umum. Saran saya, bawalah tisu basah yang banyak dan juga botol air untuk cebok dan lain-lain. Adapun sembahyang saya lakukan dengan cara jama' qashar di dalam mobil saja. Untuk itu, ada baiknya untuk menyiapkan mukena sendiri aja karena kebetulan gak ada musala atau masjid di tengah jalan (ya menurut ngana?) Oya bagi yang lagi hamil dan terpaksa road trip seperti sayah, banyak makan makanan yang berserat misalnya buah. Saat berhenti di restoran, saya juga pesan sup labu dan roti whole wheat. Biar rasanya gak kayak nasi uduk, yang penting sama-sama kenyang. Saya sendiri juga bawa beberapa pisang... dan obat-obatan seperti minyak angin atau minyak kayu putih dan kawan-kawannya biar kalau masuk angin tinggal langsung gosok! Karena bagaimanapun juga, enggak mungkin kita kerokan di dalam mobil ya 'kaaan?



Semangka! Inga-inga', hamil dan bawa anak balita bukan halangan buat jalan-jalan... Paling cuma encok dikit aja kok hehehehe. Bagi yang mau road trip, mungkin beberapa kesan dan pesan di atas bisa membantu... Selamat jalan-jalan :)

No comments:

Post a Comment