Sunday, 15 July 2018

Visiting San Diego Zoo!


Karena bosan banget di LA (Kenapa bisa bosan? Ceritanya di post selanjutnya aja ya biar sahabat sonora pada penasaran), saya yang waktu itu lagi hamil sekitar 7 bulan dan suami beserta anak balita rempong umur 3 tahunan pun mampir ke kota sebelah yaitu San Diego buat sekalian ngeliat kebun binatangnya (San Diego Zoo). Kenapa bukan San Diego Sea World aja? Karena selain lebih mahal *maklum medit irit*, ada wahana besarnya yang tutup karena lagi direnovasi jadi kita merasa rugi bandar kalau sampai ke sana. Untungnya San Diego Zoo juga sebenarnya enggak kalah menarik buat dikunjungi. Beberapa highlight dari tempat ini yang cukup bikin saya terkesan yaitu:

  1. Begitu sampai di sana, langsung ada satu "staf" (sepertinya sukarelawan sih) yang menyambut ramah dan memberikan peta secara gratis. Tau aja kalo gue paling suka yang gratis2. Selain itu, dia pun menjelaskan secara terperinci soal rute mana yang terbaik kalau kita mau memprioritaskan binatang-binatang tertentu untuk dilihat pertama kali. 


  2. Ada eskalator outdoor! Norak ya gue? Haha. Tapi eskalatornya itu teduh banget, karena di sekitarnya dikelilingi sama pepohonan tinggi. Alhasil kita jadi berasa naik eskalator di tengah hutan.
  3. Salah satu pandanya ada yang friendly banget. Ciri-ciri panda yang supel itu bagaimana? Kalau difoto dia kayak nyengir dan bahasa tubuhnya enggak canggung. Soalnya panda di sebelahnya yang malu-malu kucing *gue rasa dia kucing, bukan panda* (gue dan pengunjung lainnya cuma dipunggungin dan dikasih pantat).
  4. Koleksi binatangnya sehat wal'afiat dan rata-rata aktif. Kolam beruang kutubnya juga sebetulnya seru, tapi enggak sempet ambil foto yang lumayan bagus karena gue ke-distract sama oma-oma yang ngajak ngobrol di sebelah. (I always have soft spot for an elder, apalagi kalo yang tiba-tiba ngajak ngobrol atau cerita tentang keluarganya. Takutnya mereka emang lagi kesepian, jadi gue selalu berusaha untuk jadi pendengar yang baik). 
  5. Flamingo-nya warna oranye! Bahkan nyaris merah. Kenapa bisa gitu? Mungkin pakai gincu, abis emang cantik banget sih.
Tapi, ada juga beberapa poin yang mungkin bisa diperbaiki dari kebun binatang ini. 
  • Interaksi sama pengunjung agak kurang, mungkin kalo bisa kayak di Taman Safari yang banyak mengadakan show atau pertunjukan besar (all-inclusive) gitu akan jadi lebih keren lagi ya.
  • Penunjuk jalannya udah OK sih , tapi alangkah baiknya kalau ditambahin keterangan waktu tempuh untuk berjalan kaki bagi orang yang gak mau bayar lagi buat naik bus di dalam bonbin. (Oya harga bus tour-nya sekitar USD13 untuk dewasa dan USD10 buat anak-anak, mahal itu relatif tapi pelit itu mutlak haha mending duitnya dipake buat jajanin anak makan-minum). Karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat melihat jerapah. Tapi yang lainnya sih keburu kok, asalkan datang dari pagi ya.

Saran: Siapin "kotak P3K" yang isinya obat-obatan pribadi selain juga plester, minyak gosok, tisu basah, dan kalo bisa Betadine. Oh iya, tentu saja bawa snack sendiri dan air putih yang banyak. Kami bahkan bawa burger dan ayam Chick-fil-A buat picnic lunch! Jangan khawatir, membawa makanan dari luar diperbolehkan kok :-D

Kesimpulannyakebon binatang ini sebenernya recommended banget. Cuma bagi WNI yang belum ada waktu untuk pergi jauh-jauh ke San Diego, coba deh ke Batu Secret Zoo di Malang. Bener-bener gak kalah sama San Diego Zoo lho! Malah menurut gue, BSZ lebih besar dan interaktif. Bangga sama yang bangun Batu Secret Zoo dan pengen nulis satu post khusus soal ini! Kapan-kapan ya sharing tentang BSZ-nya, sekarang waktunya BRB nyusuin bayi hehehe. Thanks for reading :-)



Comments (0)
Read more
Monday, 9 July 2018

[Pregnancy Diary] Road Trip with A Toddler: SF to LA


Beberapa bulan kemarin kebetulan ada rejeki anak soleh buat ngajak 'nak kicil jalan-jalan liat SF (siapa tahu suatu saat kami bisa buka franchise martabak San Francisco di sana ya kan) sama sekalian ke LA (bukan Lenteng Agung soalnya entar nyetirnya kejauhan). Kita menginap sekitar seminggu di SF dan turned out sangat menyenangkan (ceritanya nanti aja di post lainnya biar pemirsa pada penasaran) kemudian lanjut ke Los Angeles lewat jalan darat. Kenapa? Biar irit bisa ngeliat pemandangan yang beda daripada lewat jendela pesawat dong.

Oya, mobilnya boleh minjem di Avis ya. Perjalanan dimulai dari pagi, tapi gak pagi banget. Di tengah jalan, kita berhenti di beberapa tempat yang cukup menarik seperti Carmel-by-the-Sea yaitu kota cantik pinggir laut di mana banyak kafe-kafe lucu, Rocky Creek Bridge (yang sering dan bagus kalau difoto sama travel bloggers di luar sana tapi entah kenapa kalo gue yang foto biasa aja), dan pastinya Big Sur! Di perjalanan, kita sempet ketemu beberapa tupai liar.



Sebetulnya waktu udah tiga perempat perjalanan, ada satu jalan yang gak bisa dilewatin karena sedang direnovasi (dan tidak ter-update lewat Google). Jadi, terpaksa putar balik hampir setengah jalan lebih deh. Seharusnya bisa pakai jalan alternatif sih, tapi terlihat sangat tidak meyakinkan alias horor. Saran: Mending dari awal bikin plan A-B-C sampai Z atau bawa peta cetak kayak orang jaman dulu gitu kali ya daripada seperti kami yang akhirnya ngaret sampe beberapa jam (jangan ditiru). Untung panorama di kiri-kanan jalan lumayan bagus. Malah waktu posting di Instagram Stories, salah satu temen bilang kayak hutan di pelem Twilight. Hoho *mandi pake glitter*. Walaupun amit-amit sih kalo sampe ketemu vampir. #kamitidaktakut #hanyapucatsaja


Anyways... Walaupun perjalanan sempat terlambat sampai hampir larut malam (tiba di LA jam 12 malam lebih kalau gue ga salah ingat), tapi si balita gak rewel lho! Bayangin... Seharian di mobil! Punggung gue aja hampir mau patah (oh iya kebetulan saya lagi hamil anak kedua juga). Kuncinya selain bawa snack yang banyak (kami sengaja belanja khusus camilan semalam sebelumnya dari mulai biskuit yang manis sampai keripik asin semua lengkap kayak mau buka warung) saya sengaja beli sticker juga supaya bocil ga bosan di tengah jalan. Kenapa stiker? Karena saya pikir, daripada gotong mainan berat-berat mending bawa yang ringan dan bisa diselip-selipin di mana aja (kantong, tas, dashboard mobil, dll.) Serta yang paling penting, disposable! Artinya sekali dimainin alias ditempel-tempel ya udah gausah mikir buat dibawa pulang lagi dong. IKHLASKAN! HEMPASKAN! Terbukti cukup ampuh untuk menyibukkan anak umur 3 tahun sampai dia ketiduran sendiri di mobil.



Dan tentu saja karena si balita sudah lulus potty training, kitorang juga ga boleh lupa untuk berhenti di beberapa tempat yang menyediakan WC umum. Saran saya, bawalah tisu basah yang banyak dan juga botol air untuk cebok dan lain-lain. Adapun sembahyang saya lakukan dengan cara jama' qashar di dalam mobil saja. Untuk itu, ada baiknya untuk menyiapkan mukena sendiri aja karena kebetulan gak ada musala atau masjid di tengah jalan (ya menurut ngana?) Oya bagi yang lagi hamil dan terpaksa road trip seperti sayah, banyak makan makanan yang berserat misalnya buah. Saat berhenti di restoran, saya juga pesan sup labu dan roti whole wheat. Biar rasanya gak kayak nasi uduk, yang penting sama-sama kenyang. Saya sendiri juga bawa beberapa pisang... dan obat-obatan seperti minyak angin atau minyak kayu putih dan kawan-kawannya biar kalau masuk angin tinggal langsung gosok! Karena bagaimanapun juga, enggak mungkin kita kerokan di dalam mobil ya 'kaaan?



Semangka! Inga-inga', hamil dan bawa anak balita bukan halangan buat jalan-jalan... Paling cuma encok dikit aja kok hehehehe. Bagi yang mau road trip, mungkin beberapa kesan dan pesan di atas bisa membantu... Selamat jalan-jalan :)
Comments (0)
Read more
Monday, 25 June 2018

Horlicks 'Doggie' Cookies



I saw this recipe on "Happy Home Baking" blog and was totally hooked! Love the fact that it is so simple to bake and contains no added sugar. I'm sure that when you see the look of these cookies, you'll want to start making them right away. Here's how:

HORLICKS 'DOGGIE' COOKIES
(should make about 40 cute pups!)

Ingredients
180g butter (room temperature)
80g Horlicks (original)
200g all purpose flour
25g corn flour
25g milk powder

Koko Krunch / Chocapic cereal (for the ears)
chocolate sprinkles (for the eyes)
chocolate chips (for the nose)

Methods

  1. Pre-heat the oven at 140 degrees Celcius. Line baking tray with baking sheet and set aside. 
  2. Beat butter and Horlicks for about three minutes at low speed.
  3. Sieve the flour and milk powder before putting it into the Horlicks mix.
  4. Divide the dough into more or less 10 gram each. If you want, you can put three chocolate chips into each piece (but I forgot to do this) and roll into balls (I flattened them just a little bit!)
  5. Insert two pieces of Koko Krunch / Chocapic to form the ears, chocolate sprinkles for the eyes, and a chocolate chip for the nose. You can make an angry face or a sad face, it's all up to you!
  6. Bake for about 20 minutes until they're golden brown (baking time can vary depends on your oven.)
  7. Leave to cool on wire rack before storing them in an airtight container.
Easy peasy, right?


Comments (0)
Read more
Wednesday, 21 February 2018

#WHERETOEAT: Klassz Étterem es Borbolt, Budapest (Hungary)


This has to be my most favorite restaurant to have a decent meal in Budapest. Great service, cozy interior and exceptional cuisine! 

Berawal dari pengalaman suami saya saat menjajal foie gras di Prancis yang (katanya sih), udah mahal terus kagak enak pula, maka dia pun jadi terobsesi nyobain foie gras di Hongaria yang (menurut Mbah Wiki) ternyata merupakan eksportir foie gras terbesar dunia (dengan Prancis sebagai langganannya, tapi diimpor mentah ya). Eyang Wiki juga bilang, Hongaria merupakan produsen foie gras terbesar kedua di dunia pula.

Nah makanya pas kebetulan lagi pelesir ke Budapest pada musim dingin yang dingin (ya iya lah) di tahun 2017, kami pun penasaran soal "beneran enak enggak sich, foie gras di sini" lalu Googling dgn kata kunci kurleb 'best foie gras in Budapest' dan muncullah nama restoran ini. Praktis langsung ngiler lah! Apalagi setelah dicek, lokasinya cukup strategis ples harganya pun masih kejangkau

Yang kami pesan di sana:

APPETIZER (Duck Liver, Homemade Brioche, Apple Compote)


Ni'mat hakiki sesuai ekspektasi sampe hampir mesen dua piring! Permukaan foie gras-nya di-pan seared secara paripurna sehingga tekstur luar terasa distingtif jika dibandingkan dengan sari pati di dalamnya yang super lembut (jadi ada efek meleleh seperti hati Milea saat digombalin Dilan gitu deh! *duh*) Harga hidangan ini sekitar HUF 3990 atau EUR 13. 

MAIN COURSE 1 (Trout-Fresh Spinat-Lemon-Risotto)




Sungguh kagak pernah gw ngebayangin risotto sama ikan bisa selejat dan sesegar itu! 'Twist' kuliner yang 'nggak biasa tapi bisa saling melengkapi sehingga paduannya cocok banget di lidah. (3190 Hungarian Forints atau sekitar €10 pakai kurs restoran ini - yang mematok HUF 300 untuk setiap euro)

MAIN COURSE 2 (Rose Duck Breast, Fermented Vegetables, Flap Mushroom Jus, Chili)




Kalau mau objektif aturan ini lumayan enak juga kok. Tapi, sezuzurnya kalo dibandingin sama dua menu di atas rasanya jadi kebanting. Priced around 4290 forints or around 14 euro if I am not mistaken. 

DESSERT (Lemon Cream, Fennel, Salty Biscuit)



Ini juga enak, aromanya harum dengan saus hangat yang langsung dituang di meja makan tepat di hadapan kamu (tentu saja ke piringnya yah, bukan ke muka kamu dong). Entah kenapa, gue anaknya lemah soal makanan pencuci mulut dengan kombinasi manis-asin (yes, seperti contohnya martabak keju) karena pasti langsung jatuh cinta *aku memang receh*. Ini yang paling murah, sekitar HUF 1390 atau sekitar 4,50 euro (mungkin sama kayak martabak manis seloyang? #teteup)

DRINK (Syrup)



Lupa namanya sirup apa, tapi enak dan segar banget! Memang wajib coba minuman sirup kalau lagi mampir ke Eropa Tengah (karena cukup mudah ditemukan di Austria dan Cekoslovakia juga kalo gak salah). Lupa juga harganya berapa, tapi yang jelas tidak mahal karena ini termasuk minuman non alkohol. 

Semuanya kalau dihitung-hitung sekitar 800 ribuan rupiah untuk makan berdua. Lumayan mahal? Maybe, but I think it was worth every penny. 

Klassz Étterem es Borbolt

Address: Budapest, Andrássy út 41, 1061 Hungary
Phone: +3615999490
Website: www.klasszbudapest.hu
Instagram: @klasszbudapest

Comments (0)
Read more
Tuesday, 20 February 2018

[FEATURED] The Discoverer Edition 32: Santorini, Greece!




x
It is truly an honor for me to be featured on recent edition of The Discoverer exploring Santorini! If you have around 4 minutes to spare, please scroll through their incredible photos and check out some tips of how to get the most of this amazing Greek island via this link ;-) *'Mayan kan yach secara jarang-jarang foto amatiran gue bisa nampang di website bule! Eits, tapi tunggu... Apaan sih "The Discoverer" itu?


Bagi yang belum follow ataupun berlangganan The Discoverer, cobain deh sekali-kali mampir ke situs ini atau ya minimal linimasa Instagram-nya lah. Setiap minggunya, media yang berfokus pada tema pelesir ini memberikan wacana traveling menarik berdasarkan destinasi-destinasi yang layak untuk disimak. (Kalo bahasa anak #jamannow: lagi hitz aja!)


Tapi 'nggak cuma panduan untuk jalan-jalan, mereka pun menyajikan rekomendasi kuliner, daftar aktivitas yang harus dijajal di kota dan negara tertentu, trik khusus untuk menghemat biaya perjalanan sampai bocoran akomodasi dari yang termurah sampai yang paling strategis (dan curiga bikin kantong boncos) sekalipun. 

Istimewanya, tips-tips tersebut dihimpun berdasarkan pengalaman pribadi dari orang-orang yang pernah berpelesir ke sana. Jadi, kisi-kisinya pun unik dan gak "text book" alias bukan cuma yang serba ideal kayak di brosur perjalanan. Yang bikin lebih menarik lagi, setiap edisinya hanya membutuhkan waktu rata-rata kurang dari 5 menit untuk membaca semua "contekan" tadi sampai khatam

Yuk, rame-rame dibaca dan buka wawasan seluas-luasnya. Siapa tau 'kan ada yang butuh inspirasi (dan informasi) untuk melakukan perjalanan berikutnya, mudah-mudahan postingan ini bermanpaat adanya... Selengkapnya soal Santorini dari saya pribadi? Kapan-kapan aja biar pemirsa penasaran! :-D
Comments (0)
Read more