Wednesday, 21 February 2018

#WHERETOEAT: Klassz Étterem es Borbolt, Budapest (Hungary)


This has to be my most favorite restaurant to have a decent meal in Budapest. Great service, cozy interior and exceptional cuisine! 

Berawal dari pengalaman suami saya saat menjajal foie gras di Prancis yang (katanya sih), udah mahal terus kagak enak pula, maka dia pun jadi terobsesi nyobain foie gras di Hongaria yang (menurut Mbah Wiki) ternyata merupakan eksportir foie gras terbesar dunia (dengan Prancis sebagai langganannya, tapi diimpor mentah ya). Eyang Wiki juga bilang, Hongaria merupakan produsen foie gras terbesar kedua di dunia pula.

Nah makanya pas kebetulan lagi pelesir ke Budapest pada musim dingin yang dingin (ya iya lah) di tahun 2017, kami pun penasaran soal "beneran enak enggak sich, foie gras di sini" lalu Googling dgn kata kunci kurleb 'best foie gras in Budapest' dan muncullah nama restoran ini. Praktis langsung ngiler lah! Apalagi setelah dicek, lokasinya cukup strategis ples harganya pun masih kejangkau

Yang kami pesan di sana:

APPETIZER (Duck Liver, Homemade Brioche, Apple Compote)


Ni'mat hakiki sesuai ekspektasi sampe hampir mesen dua piring! Permukaan foie gras-nya di-pan seared secara paripurna sehingga tekstur luar terasa distingtif jika dibandingkan dengan sari pati di dalamnya yang super lembut (jadi ada efek meleleh seperti hati Milea saat digombalin Dilan gitu deh! *duh*) Harga hidangan ini sekitar HUF 3990 atau EUR 13. 

MAIN COURSE 1 (Trout-Fresh Spinat-Lemon-Risotto)




Sungguh kagak pernah gw ngebayangin risotto sama ikan bisa selejat dan sesegar itu! 'Twist' kuliner yang 'nggak biasa tapi bisa saling melengkapi sehingga paduannya cocok banget di lidah. (3190 Hungarian Forints atau sekitar €10 pakai kurs restoran ini - yang mematok HUF 300 untuk setiap euro)

MAIN COURSE 2 (Rose Duck Breast, Fermented Vegetables, Flap Mushroom Jus, Chili)




Kalau mau objektif aturan ini lumayan enak juga kok. Tapi, sezuzurnya kalo dibandingin sama dua menu di atas rasanya jadi kebanting. Priced around 4290 forints or around 14 euro if I am not mistaken. 

DESSERT (Lemon Cream, Fennel, Salty Biscuit)


Ini juga enak, aromanya harum dengan saus hangat yang langsung dituang di meja makan tepat di hadapan kamu (tentu saja ke piringnya yah, bukan ke muka kamu dong). Entah kenapa, gue anaknya lemah soal makanan pencuci mulut dengan kombinasi manis-asin (yes, seperti contohnya martabak keju) karena pasti langsung jatuh cinta *aku memang receh*. Ini yang paling murah, sekitar HUF 1390 atau sekitar 4,50 euro (mungkin sama kayak martabak manis seloyang? #teteup)

DRINK (Syrup)



Lupa namanya sirup apa, tapi enak dan segar banget! Memang wajib coba minuman sirup kalau lagi mampir ke Eropa Tengah (karena cukup mudah ditemukan di Austria dan Cekoslovakia juga kalo gak salah). Lupa juga harganya berapa, tapi yang jelas tidak mahal karena ini termasuk minuman non alkohol. 

Semuanya kalau dihitung-hitung sekitar 800 ribuan rupiah untuk makan berdua. Lumayan mahal? Maybe, but I think it was worth every penny. 

Klassz Étterem es Borbolt

Address: Budapest, Andrássy út 41, 1061 Hungary
Phone: +3615999490
Website: www.klasszbudapest.hu
Instagram: @klasszbudapest

Comments (0)
Read more
Tuesday, 20 February 2018

[FEATURED] The Discoverer Edition 32: Santorini, Greece!




x
It is truly an honor for me to be featured on recent edition of The Discoverer exploring Santorini! If you have around 4 minutes to spare, please scroll through their incredible photos and check out some tips of how to get the most of this amazing Greek island via this link ;-) *'Mayan kan yach secara jarang-jarang foto amatiran gue bisa nampang di website bule! Eits, tapi tunggu... Apaan sih "The Discoverer" itu?


Bagi yang belum follow ataupun berlangganan The Discoverer, cobain deh sekali-kali mampir ke situs ini atau ya minimal linimasa Instagram-nya lah. Setiap minggunya, media yang berfokus pada tema pelesir ini memberikan wacana traveling menarik berdasarkan destinasi-destinasi yang layak untuk disimak. (Kalo bahasa anak #jamannow: lagi hitz aja!)


Tapi 'nggak cuma panduan untuk jalan-jalan, mereka pun menyajikan rekomendasi kuliner, daftar aktivitas yang harus dijajal di kota dan negara tertentu, trik khusus untuk menghemat biaya perjalanan sampai bocoran akomodasi dari yang termurah sampai yang paling strategis (dan curiga bikin kantong boncos) sekalipun. 

Istimewanya, tips-tips tersebut dihimpun berdasarkan pengalaman pribadi dari orang-orang yang pernah berpelesir ke sana. Jadi, kisi-kisinya pun unik dan gak "text book" alias bukan cuma yang serba ideal kayak di brosur perjalanan. Yang bikin lebih menarik lagi, setiap edisinya hanya membutuhkan waktu rata-rata kurang dari 5 menit untuk membaca semua "contekan" tadi sampai khatam

Yuk, rame-rame dibaca dan buka wawasan seluas-luasnya. Siapa tau 'kan ada yang butuh inspirasi (dan informasi) untuk melakukan perjalanan berikutnya, mudah-mudahan postingan ini bermanpaat adanya... Selengkapnya soal Santorini dari saya pribadi? Kapan-kapan aja biar pemirsa penasaran! :-D
Comments (0)
Read more
Friday, 26 January 2018

#WHERETOEAT: Scramble, Khobar (Saudi Arabia)



In my opinion, there aren't so many restaurants that you can find any good in Khobar (despite the fact that this is quite a large city in the Eastern Province of KSA). So when I finally found one, I suppose I could share such good news to everyone.

So this one is called Scramble and it's not so far from Al-Rashid Mall. Don't worry, I'll link you the exact location by the end of this post.



The interior is smart and cozy. I think it's perfect for just a cup of coffee, meeting a bunch of friends, brunch with your family, or maybe a small gathering? Anyway, they also provide high chairs for kids should you need any.

Based on my experiences eating there, all I can say that they offer pretty various kinds of meals. There are options for Middle Eastern delicacies such as Shaksouka and Ful Medames (Egyptian dish) or even Western food like waffles, pasta, etc.

Few of my favorites here:
  • Eggs Benedict
Now I know that this might be a little too obvious, but I just can't help it. They cook it just right so each bite didn't give me that "guilty" feeling afterwards. 

  • Mini Pancakes
Now the thing I don't like about "ordinary" pancakes in other restaurants, is that the portion is way too big for just one flavor offered. So whoever came up with this mini pancakes idea served in three flavors inside one plate is, I think, a total genius! Plus, the candy floss kind of reminds me of my childhood era. The pistachio and chocolate are not bad too!


As for the drinks, my favorite goes to the fresh juices as always! But of course you can always opt for coffee, tea, etc.

Disclaimer: I am not in any way affiliated to this restaurant. Just thought it would be nice to share, as per usual! :-)

Scramble

Address: Al-Ulaya, Khobar 34447 SAUDI ARABIA
Telephone: +966138989897
Opening Hours: Sunday-Saturday, 6 AM to 9 PM
Instagram: @scramble_sa




Comments (0)
Read more
Sunday, 10 December 2017

Bringing Your Toddler to Keukenhof



Gonna share my take on bringing little one to Holland's most beautiful tulips field. Doing it in pointers so everybody wins!
  • Before you go: Just to be on a safe side, I did make my reservation by purchasing Keukenhof entrance tickets in advance via the internet. You can check the updated ticket prices here. I believe buying online is still cheaper than on the site.
Expect a lot of folks, though!

  • What to bring besides diapers: A good pack of your kid's favorite snacks and drinks. Even tough it's fun, I think the route is not to be considered a very short walk. But, we ended up buying some food as well. There were fresh strawberries, Chocomel, etc. sold near the exit! 
Delish fuel




  • Where to change the nappies: Brown code? In Oranje Nassau building, there was a nice and spacious restroom that I could use to make my baby's butt back to squeaky clean. However, preparing your own mat (and of course plenty of wet wipes) might also be a good idea.

  • Not to be missed: The playground and also a little farm where our kid had some fun petting the adorable animals, such as chickens, pigs, llamas, ... (Well, her father petted. My daughter just watched). Located in between the Oranje Nassau and Willem-Alexander building, it's pretty huge you can't miss its crowds! 


  • Photo spots: Nearly every corner of the park, as each of the view over there is pleasingly wonderful. But, the short queue to take your pic on the "Whisper Boat" just in front of the windmill is also worth it! (It's not far from the Willem-Alexander building).
  • About baby gears: In my opinion, stroller is a must! Or, you can also bring a baby carrier if that's what suits you more. As far as I can remember, me (and my husband) had no problem carrying the stroller in and out of the public transportation from and to Keukenhof.

  • Getting there: Visiting Keukenhof was so easy because Holland public transportation proved to be excellent. We booked the Combi tickets from Amsterdam Centrum, but feel free to pick any departure point that's more accessible. Complete route can be found within this link

The best part of bringing your young kid (under 4 years old) to Keukenhof? It's free of charge. Purchase entrance tickets for accompanying adults here. That's all, HAVE FUN! 
Comments (0)
Read more
Thursday, 28 September 2017

Wisata Gunung Pancar: Harapan VS Realita




Alasan kami jalan-jalan ke Gunung Pancar karena hutan pinus ini sedang cukup kekinian di Instagram. Atau mungkin udah lama, cuma guenya aja yang ketinggalan kereta? Okelah kalo begitu, mungkin tempat wisata ini udah ada dari era fir'aun tapi hasrat untuk upload foto Instagram tentu jadi alasan yang cukup valid untuk pergi ke suatu tempat 'kan? LOL. Just kidding! Anyway walau dengan bermodal GPS seadanya (tapi kamera dan baterai cadangannya teteup super lengkap), saya dan keluarga yang terdiri dari suami siaga beserta anak balita rempong berusia sekitar 2 tahun berangkat ke sana dengan ekspektasi bakalan bertemu foto-foto ciamik seperti yang bisa dilihat di hashtag gunungpancar (baca: #gunungpancar)

Gak jauh sih untuk ukuran Jabotabek, mungkin kurang lebih 2 jam dari rumah orangtua gue di Tangsel kalo jalanan lagi lancar. Gak percaya? Tanya aja mbah Google. Tapi saran gue, maksimal berangkat dari Jakarta maksimal jam 8 atau sepagi mungkin dan kalau bisa hari kerja aja biar gunung Pancar serasa milik berdua (tapi ada beberapa puluh turis lain yang 'ngontrak sih). Masuk ke sini mesti beli tiket kalau enggak mau dimarahin satpam tapi harganya relatif terjangkau kok, rincian biaya masuk alias karcis bisa dilihat di situs mereka di sini (keren juga ya ada website-nya!) Semoga bisa terus di-update, tapi harganya jangan naik (?) BTW, total kerusakan untuk keluarga kecil saya sekitar Rp30.000,00. Bagi yang bawa mobil, tersedia parkiran yang lumayan (lumayan sempit) dekat sama tempat jajanan. Jadi, kalau capek maju mundur parkir (terutama kalau transmisi mobilnya manual) bisa langsung ngaso.

Nah soal makanan nanti dulu ya, begitu kita masuk ke area hutannya sendiri juga bakal ada warung dan tukang gorengan kok. Bagi yang suka pedes, jangan lupa minta cabe rawitnya. Tapi gak cuma itu, ternyata banyak mas-mas yang nawarin tempat buat foto-foto diri alias selfie. Ada yang temanya "rumah pohon", ada hammock, pokoknya luar biasa (baca: beda banget sama yang gue bayangkan tentang tempat ini sebelumnya). Kirain bakalan damai, tenang dengan suara burung yang bersahut-sahutan gitu, pokoknya kayak latar dongeng Putri Salju saat dia jalan-jalan ke hutan tanpa ada papan bertuliskan 'SEWA HAMMOCK RPXX.XXX' dan lain sebagainya. Gue gak bilang ini sepenuhnya negatif lho ya, mungkin ini yang namanya lahan cari nafkah seiring perkembangan jaman. Gue cuma bilang ini meleset jauh dari harapan pribadi, ya kira-kira begini lah:



Walau kesan pertama gue tentang tempat ini terasa mengecewakan, tapi sebetulnya ada beberapa spot bagus kalau kita jalan terus (alias move on) ke arah hutan yang menunjukkan waktu Indonesia bagian galau karena relatif sepi dan enggak terlalu banyak orang lalu-lalang. Jadilah kami bebas main gelembung sabun, duduk-duduk di salah satu bangku dan meja kayu yang seadanya tapi lumayan daripada enggak ada, dan tentu saja poto-poto.






Intinya, tips dari saya kalau mau ke sini adalah: Daripada terlalu berharap banyak sama pemandangannya mending bawa banyak snack dan minum kalau gak mau tergoda untuk jajan terus (seperti saya). Buat yang bawa bayi ataupun balita, tentunya jangan lupa segala kebutuhan jasmani dan rohaninya (popok, mainan, susu, dll.) Last but not least, have fun! Ingat, selesai jalan-jalan kita bisa makan sosis bakar (sekitar Rp8.000,00 setusuk) yang walaupun sosisnya dipotong sama cutter yang sudah berkarat, tapi kata suami saya enak-enak aja (gue enggak dibagi) dan jangan lupa minum es kelapa mudanya yang super murah (kurang lebih 10 ribu rupiah aza per buah) tapi tetap lejat!

Moral of the story: Always move on! (Apalagi kalau sedang tidak membawa uang lebih untuk sewa tempat selfie)



Comments (0)
Read more